Apa Jadinya Final EFL Cup Jika Aymeric Laporte Sang Pencetak Gol Sudah Kartu Merah Sejak Menit 44? - LIGA1.ID

Apa Jadinya Final EFL Cup Jika Aymeric Laporte Sang Pencetak Gol Sudah Kartu Merah Sejak Menit 44?


Manchester City beruntung sang pencetak gol Aymeric Laporte tidak kena kartu merah untuk pelanggaran kedua kalinya terhadap Lucas Moura. Jika pengusiran itu terjadi dan mereka main dengan 10 orang saja selama 45 menit babak kedua, hasil akhir dari final EFL Cup pada Minggu 25 April 2021 itu bisa sangat berbeda.

Seperti kita sudah tahu Pep Guardiola sukses memenangkan trofi EFL Cup keempatnya secara berturut-turut sejak 2018 setelah menang atas Tottenham Hotspur dengan gol tunggal Aymeric Laporte pada menit 82 pertandingan final tadi malam di Stadion Wembley.

Ucapan terima kasih untuk gol sundulan kepala ini harus disampaikan pada Kevin de Bruyne dengan gelandang Belgia itu mengambil tendangan bebas dekat bendera sudut sisi kanan pertahanan Spurs dan mengarahkannya secara akurat dekat tiang jauh di mana bek tengah asal Perancis itu berdiri.

Sisanya adalah sejarah. Kita sudah tahu sundulan kepalanya menaklukkan kiper Hugo Lloris dan itu merupakan gol yang sangat mahal. Para pemain Tottenham gagal mencatatkan gol balasan dengan hanya satu shot on target dicatatkan para pemain The Lilywhites selama 90 menit final Carabao Cup di Wembley Stadium tersebut.

Sebenarnya sang pemain Perancis kelahiran 27 Mei 1994 itu sudah harus diusir sejak akhir babak pertama. Pada menit 44 ia menerjang Lucas Moura saat pemain Brasil itu tengah menggiring bola. Itu adalah kali kedua ia menjatuhkan Lucas, dengan pelanggaran pertamanya yang terjadi hanya selang beberapa menit sebelumnya sebenarnya lebih keras, tapi meski diprotes para pemain Spurs, mantan pemain Athletic Bilbao itu lolos dari hukuman wasit.

Kalau saja pelanggaran pertamanya berujung kartu kuning maka dorongan dari arah belakang ke punggung Lucas Moura bisa berakhir dengan kartu merah. Jumlah pemain yang lebih sedikit bisa menjadi peluang bagi Son Heung-min dan kawan-kawan, yang gagal menembus pertahanan Skyblues dan mencatatkan hanya satu tembakan on target.

Ini merupakan trofi keempat City secara berturut-turut dari ajang kompetisi EFL Cup ini dan sekaligus trofi keenam dari delapan tahun terakhirnya pada kompetisi yang sama. Dua tim yang mencegah enam kemenangan beruntun City adalah rival Manchester United pada 2017 dan Chelsea 2015.