Hasil Final EFL Cup: Man City Rebut Gelar Juara Keempat Beruntun, Keenam Kali Dalam 8 Tahun - LIGA1.ID

Hasil Final EFL Cup: Man City Rebut Gelar Juara Keempat Beruntun, Keenam Kali Dalam 8 Tahun

Manchester City berhasil mengukuhkan diri sebagai spesialis EFL Cup setelah menang dengan satu gol tunggal Aymeric Laporte pada final turnamen itu, Minggu malam 25 April 2021. Itu merupakan gelar keempat beruntun di ajang Carabao Cup dan gelar keenam dalam delapan tahun terakhir.

Skyblues sudah memenangkan gelar juara Carabao Cup ini sejak tahun 2018 secara berturut-turut, selain memenangkan dua gelar ini pada tahun 2014 dan 2016, diselingi oleh Chelsea dan Manchester United.

Muncul kesan kuat bahwa laga pada Minggu malam di Wembley Stadium ini akan selesai imbang dan dipaksa untuk diselesaikan dengan extra time serta adu penalti, seperti dua dari empat final Piala Liga sebelum ini yang pernah dijalani City. Namun sebuah tendangan bebas dari sisi kanan kotak penalti berhasil dikirimkan secara akurat oleh Kevin de Bruyne, guna disundul Aymeric Laporte ke gawang Hugo Lloris.

Man City turun bertanding dengan kekuatan penuh, meski menyimpan kiper Ederson, Bernardo Silva, Rodri, Benjamin Mendy dan Ferran Torres di bangku cadangan. Sementara itu Ryan Mason secara mencolok menyimpan Gareth Bale di bangku cadangan dan baru memasukkannya pada menit 67 bersama Moussa Sissoko, guna menggantikan Lucas Moura dan Giovani Lo Celso.

Dua peluang emas diperoleh City selama babak pertama. Satu melalui sepakan keras Phil Foden pada menit 26, memanfaatkan situasi bola liar yang gagal dibersihkan pada pemain Spurs. Tapi blocking satu pemain bertahan berhasil menggagalkannya. Setelah itu satu peluang emas lain lahir pada menit 30 dari gerakan Raheem Sterling di sisi kanan tiang gawang Hugo Lloris. Sayang sekali tembakannya ke tiang jauh gagal menjadi gol.

Situasinya pertandingan Manchester City vs Tottenham Hotspur berlangsung kurang lebih sama selama dua babak di Wembley Stadium ini. Jika pada babak pertama City lebih dominan dengan 64 persen, dominasi bola Skyblues turun mencapai hanya 56%. Tapi pada kedua paruh pertarungan itu, skuad Pep Guardiola sama-sama dominan.

Ada lebih dari 10 percobaan serangan selama separuh pertama laga, satu tembakan on target. Sementara pada paruh kedua enam kali percobaan gol dengan dua shots on target. Sayang keduanya masih gagal menjadi gol. Saat laga mendekati akhir, terjadilah gol yang melegakan pendukung City melalui Laporte.

Sejarah EFL Cup dan Kenapa Dinamakan Carabao Cup

EFL Cup tidak memiliki reputasi sebesar Piala FA, yang dianggap lebih bergengsi, tetapi tetap saja merupakan trofi besar di Inggris. Kompetisi ini dimulai pertama kalinya pada 1960/1961 dengan nama Football League Cup, dan merupakan salah satu dari tiga kompetisi sepak bola domestik papan atas di Inggris bersama Premier League dan FA Cup.

Dari tahun 1981 hingga saat ini (kecuali 2016/2017 saat mana hanya diberi nama EFL Cup), Piala Liga berhasil menarik sponsor – biasanya dari perusahaan minuman – yang berarti, tidak seperti Piala FA, Piala Liga juga dinamai menurut nama sponsornya.

Piala Liga telah melalui banyak sponsor berbeda, dengan saat ini mengenakan julukan Carabao Cup karena minuman energi tersebut mensponsori kompetisi tersebut sejak 2017. Dari 1960–61 hingga 1980–81, kompetisi ini tidak memiliki sponsor, hanya dikenal sebagai Piala Liga.