Christian Pulisic Tertantang Jadi Pemain Tak Tergantikan di Chelsea Musim Depan - LIGA1.ID

Christian Pulisic Tertantang Jadi Pemain Tak Tergantikan di Chelsea Musim Depan

Christian Pulisic tertantang untuk menjadi pemain tak tergantikan di skuat Chelsea musim depan.
Christian Pulisic berlatih di Chelsea.

Christian Pulisic tertantang untuk menjadi pemain tak tergantikan di skuat Chelsea musim depan.

Gelandang serang berusia 22 tahun itu berhasil menutup musim keduanya di Stamford Bridge dengan pengakuan setelah ia menjadi orang Amerika Serikat pertama yang memenangkan Liga Champions.

"Saya sangat bangga," tandas Pulisic kepada CBS Sports saat ia tengah merayakan kemenangan The Blues di final Liga Champions melawan Manchester City yang  digelar di Porto bulan lalu.

"Jalannya begitu sulit dan saya tidak bisa membayangkan bisa memenangkan Liga Champions dalam hidup saya. Sekarang saya di sini, ini benar-benar gila. Saya tidak bisa menjelaskannya, benar-benar luar biasa. Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya dengan kata-kata, saya sangat bangga," tambah Christian Pulisic saat itu.

Meski demikian, Pulisic tak menjadi starter dalam final di Portugal tersebut, dan itu bukan kejutan besar. Pemain yang dijuluki Kapten Amerika oleh fans dan rekan-rekannya di Chelsea, masih belum benar-benar memantapkan posisinya di starting XI The Blues, dan ada banyak alasan untuk itu.

Masalah terbesar adalah soal kebugaran Pulisic. Dia absen dalam 27 pertandingan di semua kompetisi, sejak ia datang ke Stamford Bridge dari Borussia Dortmund pada musim panas 2019. Absennya itu terjadi secara sporadis: tiga pertandingan di sini, di empat laga lainnya di sana, dan itu sangat membuatnya sulit tampil konsisten.

Di samping itu, satu hal yang mengejutkan, Christian Pulisic juga sangat terpengaruh dengan kedatangan Thomas Tuchel ke London Barat pada akhir bulan Januari.

Pelatih asal Jerman itu memang menaruh kepercayaan besar pada Pulisic saat ia masih menjadi pemain remaja di Dortmund. Pelatih 47 tahun itu pula yang memberinya platform untuk terus meningkatkan karier sepak bolanya di Bundesliga.

Namun, Tuchel kini merasa Pulisic bisa menjadi ancaman yang lebih besar di skuad Chelsea jika ia dimainkan dari bangku cadangan. Itulah sebabnya, selama beberapa pekan winger muda tersebut lebih sering masuk lapangan di babak kedua pertandingan yang dimainkan The Blues, bahkan ia dimainkan dalam berbagai peran berbeda.

"Saya tak bisa katakan apa-apa kecuali banyak hal baik di sekitarnya. Mungkin masalah terbesarnya adalah, saya sudah kenal Christian Pulisic sejak di Dortmund dan saya pikir dia hanya menjadi starter di ajang perebutan piala," tandas Tuchel beberapa waktu lalu.

"Itu tanggung jawab saya, dan terasa sedikit tidak adil, tapi saya tahu apa dampak yang bisa dia berikan dalam waktu 20 atau 30 menit. Dia agak sedikit tidak beruntung di beberapa pertandingan terakhir, tapi itu bukan karena ia kurang mendapat kepercayaan atau kurang berkualitas, itu hanya karena dia harus sedikit bersabar," ungkapnya.

Pemain internasional Amerika berdarah Kroasia itu akhirnya memaksa masuk ke starting XI skuad Thomas Tuchel, bahkan dalam sembilan dari 10 pertandingan terakhir yang mereka lakoni di Liga Premier. Lalu, Pulisic pun menjadi starter di leg pertama semi-final Liga Champions melawan Real Madrid.

Namun saat Chelsea bermain di laga-laga krusial, yakni di final Piala FA dan khususnya Liga Champions, Christian Pulisic kembali bermain dari bangku cadangan. Tentu saja, hal ini membuat ia kecewa.

Kekecawaan Pulisic cukup bisa dimengerti, karena ia terbiasa mendapat tanggung jawab lebih di lapangan. Ia bahkan dipercaya mengenakan ban kapten untuk tim negaranya. Sementara bersama The Blues, dia belum mendapatkan kepercayaan itu.

Apa yang dihasilkannya musim lalu, walau ia bukukan penampilan lebih banyak dibandingkan musim debutnya bersama skuat The Blues, tetap saja alami penurunan. Dia yang semula mencetak 0,47 gol per 90 menit pertandingan Liga Premier yang dimainkannya, turun menjadi hanya 0,21 gol per 90 menit. Begitu juga, menurut FBRef seperti yang dilansir Football.London, assist-nya ikut turun dari 0,21 menjadi 0,10 per 90 menit pertandingan.

Saat ini, bursa transfer musim panas sudah resmi dibuka, dan The Blues bisa mencari pemain untuk menambah kekuatan tim yang baru saja memenangkan Liga Champions dan membangun tim mereka untuk menjadi penantang gelar Liga Premier musim depan.

Posisi Christian Pulisic di skuat Chelsea tak pernah terancam oleh siapa pun. Dia tetap seorang pemain luar biasa di lapangan dan sangat penting dari kaca mata pemasaran klub.

Pulisic bahkan disebut-sebut tak perlu lakukan perbaikan di lapangan musim depan. Dia punya kemampuan untuk bukukan angka ganda, baik untuk gol maupun assist, di Liga Premier. Selain itu, ia juga siap hadapi banyak tantangan, terutama di musim depan.

Sumber: gilabola.com